Musibah Kebakaran di Ponpes Miftahul Ulum Pamekasan: 14 Asrama Hangus, Santri Dipulangkan Lebih Awal
EduHub Prime | 07 Februari 2026 | Dibaca 30 kali | OPERATOR 1

Kondisi sisa bangunan 14 asrama santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Pamekasan, yang ludes terbakar akibat korsleting listrik, Sabtu (7/2).

PAMEKASAN – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan pesantren di Jawa Timur. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, yang berlokasi di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, baru saja mengalami musibah kebakaran hebat pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Insiden yang terjadi di siang hari tersebut mengakibatkan dampak yang cukup besar bagi fasilitas belajar dan hunian santri. Berikut adalah fakta-fakta terkait peristiwa tersebut:

Kronologi dan Penyebab Kejadian

Api pertama kali terlihat muncul dari area perpustakaan pesantren. Berdasarkan keterangan dari Pengurus Yayasan Al-Miftah, Maltuful Anam, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah adanya arus pendek atau korsleting listrik. Karena material bangunan dan banyaknya buku yang mudah terbakar di perpustakaan, api dengan sangat cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.

Dampak Kerusakan Fisik

Kobaran api yang besar meludeskan sedikitnya 14 unit asrama santri. Tidak hanya bangunan, seluruh barang pribadi milik santri yang ada di dalam asrama juga dilaporkan ikut hangus terbakar. Selain asrama dan perpustakaan, fasilitas lain seperti kantor, area kantin, dan dapur umum juga tidak luput dari amukan si jago merah.

Keselamatan Santri dan Langkah Evakuasi

Meski kerugian materiil diperkirakan sangat besar, pihak pondok pesantren mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Seluruh santri berhasil dievakuasi ke lokasi yang aman saat api mulai membesar.

Sebagai langkah darurat dan demi keamanan serta kenyamanan santri, pihak pengelola mengambil kebijakan untuk memulangkan para santri lebih cepat dari jadwal semula (yang seharusnya pada 5 Ramadan).

  • Santri lokal: Langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.
  • Santri luar pulau: Sementara ditempatkan di lokasi penampungan yang aman hingga dijemput oleh wali santri atau pihak keluarga.

Upaya Pemadaman

Proses pemadaman berlangsung dramatis selama berjam-jam. Tim pemadam kebakaran kabupaten Pamekasan dibantu oleh warga sekitar bahu-membahu menjinakkan api agar tidak merembet ke area pemukiman penduduk yang lebih luas.

Musibah ini menjadi pengingat bagi setiap lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan standar keamanan kelistrikan dan mitigasi bencana kebakaran di lingkungan sekolah maupun asrama.

Mari kita kirimkan doa dan dukungan bagi keluarga besar Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen agar diberikan kekuatan dan segera dapat melakukan pemulihan fasilitas pendidikan mereka.

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin