Persiapan Ramadan: Mengapa Permintaan Minyak Goreng di Bojonegoro Tiba-tiba Naik?
EduHub Prime | 10 Februari 2026 | Dibaca 73 kali | OPERATOR 1

Meningkatnya permintaan bahan pokok di Bojonegoro adalah tanda antusiasme warga dalam menyambut bulan penuh berkah.

BOJONEGORO – EduHub System | Sudah menjadi rahasia umum bahwa menjelang bulan suci Ramadan, dapur rumah tangga di Indonesia mulai berdenyut lebih kencang. Di Bojonegoro, fenomena ini mulai terlihat dari rak-rak pasar tradisional yang kian cepat kosong.

Ternyata, ada perpaduan antara kebutuhan pokok dan tradisi unik yang membuat permintaan minyak goreng dan beras meroket pekan ini. Mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Tradisi "Megengan" Jadi Pemicu Utama

Bukan sekadar persiapan sahur dan buka puasa, melonjaknya konsumsi minyak goreng di Bojonegoro sangat erat kaitannya dengan tradisi Megengan. Tradisi syukur menyambut Ramadan ini identik dengan memasak hidangan dalam jumlah besar untuk dibagikan ke tetangga dan kerabat.

"Kenaikan permintaan ini biasanya terasa sejak seminggu sebelum puasa hingga awal pekan Ramadan," ungkap pihak Bulog Bojonegoro. Hal ini membuktikan bahwa faktor budaya lokal memiliki pengaruh besar terhadap perputaran ekonomi daerah.

Kabar Baik: Stok Aman, Harga Masih Bersahabat

Bagi pengunjung EduHub yang khawatir soal harga, ada kabar yang melegakan. Meski permintaan naik tajam, harga minyak goreng dan beras di pasar-pasar Bojonegoro terpantau masih "jinak".

Pemerintah melalui Bulog memastikan harga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Para ibu rumah tangga pun mengakui bahwa harga di pasaran belum mengalami lonjakan yang memberatkan kantong. Stabilitas harga ini merupakan hasil dari manajemen stok yang cukup matang dari pihak otoritas pangan.

Tips Belanja Bijak Menjelang Puasa

Menanggapi situasi pasar yang mulai ramai, EduHub System merangkum tiga tips bagi pengunjung agar tetap tenang dalam berbelanja:

  • Hindari Panic Buying: Stok dipastikan aman oleh Bulog, jadi tidak perlu menyetok berlebihan di rumah.

  • Pantau Harga di Pasar Tradisional: Seringkali pasar tradisional menawarkan harga yang lebih kompetitif karena distribusi yang langsung dipantau petugas.

  • Dahulukan Kebutuhan Utama: Fokuslah pada komoditas pokok yang paling mendesak untuk kebutuhan ibadah di awal Ramadan.

Kesimpulan Redaksi

Meningkatnya permintaan bahan pokok di Bojonegoro adalah tanda antusiasme warga dalam menyambut bulan penuh berkah. Dengan manajemen stok yang terjaga dan kesadaran masyarakat untuk berbelanja secukupnya, diharapkan suasana ekonomi di Bojonegoro tetap kondusif hingga Idul Fitri tiba.


Penulis: Tim Redaksi EduHub System

Kategori: Ekonomi & Sosbud

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin